
Gardanews.or.id_ Polewali Mandar_ Sejumlah pengkalan penyalur Gas LPG 3 kilogram yang berada di bawah naungan PT Hafsa Utama Gas mengeluhkan sering terjadinya pengurangan alokasi jatah yang diterima setiap minggunya. Keluhan ini disampaikan oleh salah satu pengelola pangkalan yang meminta identitasnya tidak disebutkan demi alasan keamanan, (18/6/2026).
Menurut keterangannya, besaran kuota gas elpiji 3 kg yang semestinya diterima telah disesuaikan dan ditetapkan berdasarkan data keluarga miskin di wilayah masing-masing. Data tersebut sudah diverifikasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan pada e-KTP dan telah dipatenkan, serta tercantum jelas dalam perjanjian kerja sama penyaluran.
“Secara aturan dan kontrak, jatah ini sudah pasti diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu agar bisa terjangkau harganya. Namun kenyataannya, setiap minggu sering terjadi ada pengurangan antara 3 hingga 30 tabung dari jumlah yang seharusnya di terima” ungkapnya.
Pengelola pangkalan tersebut mempertanyakan kejelasan dari pengurangan alokasi itu.
“Pertanyaan kami sederhana, ke mana jatah LPG yang dikurangi itu disalurkan? Jika datanya sudah dipatenkan dan diperuntukkan bagi warga, mengapa jumlah yang sampai ke pangkalan sering terjadi tidak sesuai ketentuan” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak PT Hafsa Utama Gas belum memberikan tanggapan atau penjelasan resmi terkait keluhan yang disampaikan para pengusaha pangkalan tersebut.
Oleh: hasan surya | 19:30 WIB, 18 Juni 2026
Seluruh konten di portal GARDANEWS.OR.ID telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.
Tidak ada komentar