Jumat, 23 Okt 2026

Perubahan APBD Polman 2026: Saatnya OPD Menjadi Role Model Visi-Misi ASSAMI

hasan surya
25 Sep 2026 22:13
Berita 0 64
2 menit membaca

Gardanews.or.id_ Polewali Mandar_ Perubahan APBD Kabupaten Polewali Mandar Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar perubahan angka dalam dokumen fiskal. Dengan pendapatan daerah yang disepakati sekitar Rp1,625 triliun dan belanja sekitar Rp1,648 triliun, perubahan anggaran tersebut membawa konsekuensi penting. Setiap rupiah harus semakin jelas arah, fungsi, hasil, dan manfaatnya bagi masyarakat,(25/9/2026).

Muh. Sukri, Akademisi, mengatakan, APBD adalah bahan bakar pembangunan. Tetapi bahan bakar tanpa arah hanya akan menghasilkan perjalanan tanpa tujuan. Karena itu, perubahan anggaran perlu diikuti perubahan cara kerja OPD dalam menerjemahkan visi-misi ASSAMI menjadi program yang terukur dan berdampak, ujarnya.

Di sinilah gagasan OPD Role Model Visi-Misi ASSAMI menjadi relevan. Setiap OPD perlu memiliki kemampuan untuk menjawab pertanyaan sederhana tetapi fundamental: program apa yang dikerjakan, masalah apa yang diselesaikan, siapa yang menerima manfaat, dan perubahan apa yang dapat diukur?

Menurut Sukri. Jangan sampai birokrasi hanya sibuk menghabiskan anggaran, tetapi kehilangan arah pembangunan. Paradigma perlu digeser dari serapan anggaran menuju serapan manfaat; dari banyaknya kegiatan menuju kualitas hasil; dari rutinitas administratif menuju inovasi dan pemecahan masalah publik.

Rantai kinerja harus dibangun secara konsisten: visi,  program,  anggaran, keluaran, hasil, dampak. Prinsip money follow program dan value for money yang menjadi catatan dalam pembahasan perubahan APBD juga menegaskan pentingnya keterkaitan antara sumber daya yang digunakan dengan hasil pembangunan yang hendak dicapai.

Untuk itu, perubahan APBD 2026 semestinya menjadi titik balik cara pemerintah bekerja. OPD bukan sekadar pelaksana anggaran, melainkan laboratorium kebijakan yang menguji apakah sebuah program benar-benar mampu mengubah keadaan.

“Visi jangan hanya menjadi tulisan di dokumen. Ia harus turun menjadi program. Program harus bergerak menjadi kinerja. Kinerja harus menjelma menjadi manfaat. Dan manfaat harus dapat dirasakan masyarakat,” ungkap  Sukri.

Pada titik itulah, OPD Role Model bukan sekadar label, melainkan standar baru akuntabilitas pemerintahan, setiap rupiah memiliki arah, setiap program memiliki ukuran, setiap capaian memiliki bukti, dan setiap kebijakan memiliki manfaat publik. Tegas Sukri.

Perubahan APBD Polman 2026: Saatnya OPD Menjadi Role Model Visi-Misi ASSAMI

Oleh: hasan surya | 22:13 WIB, 25 September 2026

Seluruh konten di portal GARDANEWS.OR.ID telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *